Kubra Chohan
ANKARA
Dalam sebuah deklarasi menyusul pertemuan tripartit, presiden Turki, Rusia, dan Iran di Ankara menyatakan resolusi gabungan mereka untuk melawan separatisme serta alasan terorisme untuk mengubah Suriah.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah pertemuan dua jam antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani, di mana ketiga pemimpin negara itu "menolak semua upaya untuk menciptakan kondisi baru di lapangan dan bersembunyi di balik alasan memerangi terorisme."
Mereka menggarisbawahi komitmen yang kuat dan berkepanjangan terhadap kedaulatan, kebebesan, persatuan, dan integritas wilayah di Suriah.
Selain itu, mereka juga "menyampaikan niat untuk melawan agenda separatis untuk merusak kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta keamanan nasional negara-negara tetangga."
Mendukung konstitusi baru untuk Suriah
Para pemimpin itu juga mengutarakan "kepastian mengenai tidak adanya solusi militer terhadap konflik Suriah, dan konflik itu hanya bisa diakhiri oleh proses politik lewat negosiasi."
Mereka juga berkomitmen "mengikuti hasil Kongres, yang mencerminkan niat representatif dari semua lapisan masyarakat Suriah, khususnya kesepakatan membentuk Komite Konstitusi, yang didukung oleh Sekretaris Jenderal PBB dan komunitas internasional."
Dalam pertemuan itu, para pemimpin ingin "membantu warga Suriah memulihkan persatuan negara dan mencari solusi politik untuk konflik yang berlangsung melalui proses yang inklusif, bebas, adil, dan transparan berdasarkan aspirasi publik Suriah dan menuliskan konstitusi yang didukung warga Suriah".
Mereka juga mendukung "pemilu yang bebas dan adil yang diikuti semua warga Suriah yang berhak, di bawah pengawasan PBB."
Kesepakatan Astana selama ini adalah "satu-satunya inisiatif internasional yang efektif membantu mengurangi kekerasan di Suriah dan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di Suriah, yang kemudian dilanjutkan dengan proses Jenewa untuk mencari solusi politik berkelanjutan untuk konflik Suriah," bunyi pernyataan mereka.
Memerangi terorisme
Ketiga negara itu akan terus bekerja sama untuk "mengakhiri" Daesh, front al-Nusra, dan semua individu, kelompok, dan organisasi yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda atau Daesh, lanjut pernyataan itu.
Para presiden juga mengutarakan niat mereka untuk "meningkatkan upaya untuk menciptakan perdamaian di lapangan dan melindungi warga sipil di zona-zona de-eskalasi, serta membuka akses kemanusiaan ke wilayah tersebut."
"Mereka mengimbau agar komunitas internasional, khususnya PBB dan berbagai lembaga di bawahnya, meningkatkan bantuan untuk Suriah dengan mengirimkan lebih banyak bantuan kemanusiaan, memperbaiki aset infrastruktur, termasuk fasilitas sosial dan ekonomi, dan melindungi warisan bersejarah," terang pernyataan tersebut
Para pemimpin juga mencatat perkembangan yang terjadi di Suriah sejak terakhir mereka bertemu di Sochi, Rusia pada 22 November lalu.
Pertemuan berikutnya akan digelar di Iran, atas undangan Rouhani.
news_share_descriptionsubscription_contact

