Maria Elisa Hospita
05 April 2018•Update: 05 April 2018
Alpha Kamara
FREETOWN, Sierra Leone
Kandidat presiden dari pihak oposisi Julius Maada Bio resmi diumumkan sebagai Presiden Sierra Leone yang baru.
Purnawirawan dan eks pimpinan kudeta yang mewakili Partai Rakyat Sierra Leone (SLPP) ini memenangkan 52 persen suara, yang hanya selisih sedikit dari pesaingnya, Samura Kamara dari Partai Kongres Seluruh Rakyat (APC) yang meraih 48 persen suara.
Juru bicara Kalilu Tutangi menyampaikan terima kasih pada warga Sierra Leone karena telah memilih Maada Bio, dan mengajak para pendukungnya merayakan kemenangan dengan damai, untuk menghindari provokasi.
Pada 1996, Maada Bio memimpin sebuah kudeta militer untuk menggulingkan kawan dekatnya dan pemimpin pemerintahan junta NPRC, Valentine Strasser.
Dia membenarkan tindakannya dengan alasan untuk mengembalikan negara itu kepada pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis dan mengakhiri perang sipil. Pemerintahannya dituduh melakukan pelanggaran HAM berat, termasuk menjarah sumber daya negara.
Di tahun yang sama, Maada Bio menggelar pemilihan umum dan menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Ahmad Tejan Kabbah.
Partai APC pada Senin menuding masyarakat internasional, termasuk Komisaris Tinggi Inggris untuk Sierra Leone, Guy Warrington, dan mantan presiden Ghana, John Mahama, berpihak pada oposisi.
Perayaan kemenangan telah diselenggarakan di sejumlah kota yang didominasi kubu oposisi, di Bo, Kenema, dan Freetown.
Maada Bio akan dilantik Rabu malam.