Nani Afrida
19 November 2019•Update: 19 November 2019
Olarewaju Kola
MAIDUGURI, Nigeria
Partai oposisi utama Nigeria pada Senin menolak hasil pemilihan gubernur di dua negara bagian selama akhir pekan.
Badan pemilihan nasional, Komisi Pemilihan Nasional Independen, pada Senin mendeklarasikan All Progressive Congress (APC) yang berkuasa sebagai pemenang jajak pendapat yang diadakan di negara bagian Bayelsa yang kaya minyak di selatan dan negara bagian Kogi tengah yang bergejolak.
Tetapi Partai Demokratik Rakyat (PDP) yang menjadi partai oposisi menggambarkan pemilu sebagai sandiwara dan meminta lembaga pemilu untuk membatalkan hasilnya.
"Calon Partai Demokratik Rakyat dan mayoritas besar rakyat negara bagian Kogi menolak pelaksanaan dan hasil pemilihan gubernur yang diadakan pada 16 November 2019," Musa Wada, kandidat PDP di Kogi, mengatakan pada konferensi pers di ibu kota Abuja.
Pengamat setempat mengatakan, pemilihan itu dinodai oleh kecurangan dan kekerasan dengan sekitar 10 orang tewas.
"Saya mengutuk keras kekerasan di negara bagian Kogi," kata Yahaya Bello, gubernur terpilih Kogi, Senin dalam konferensi pers.
PDP telah memerintah negara bagian Bayelsa selama dua dekade.
APC sekarang mengendalikan 19 dari 36 negara bagian Nigeria sementara PDP mengontrol 16.
Negara bagian sisanya dikuasai oleh partai yang lebih kecil.
Presiden Muhammadu Buhari bersimpati dengan keluarga mereka yang terbunuh dalam kekerasan pemilu.
"Semua aktor politik dan pemangku kepentingan harus mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk menghindari kekerasan pemilu, karena proses yang damai dan tertib sangat penting dalam upaya untuk mempertahankan demokrasi," kata presiden dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh penasihat medianya.