23 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
Omer Kilic
JOHANNESBURG
Pemilihan umum (pemilu) presiden digelar di Angola, Rabu, setelah Presiden Jose Eduardo dos Santos pensiun dari kursi kepresidenan yang didudukinya selama hampir 40 tahun.
5 Partai oposisi bersaing dalam pemilu, sementara hasilnya akan diumumkan dalam 2 hari ke depan.
Menurut para pengamat, persaingan ketat berlangsung antara Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola (MPLA) - partai yang telah memenangkan semua pemilu sejak Angola merdeka pada 1975 – dengan partai oposisi utama Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan Penuh Angola (UNITA).
Usia minimum pemilih adalah 18 tahun, yang jumlah populasinya mencapai sekitar 28 juta. Jumlah pemilih terdaftar yang akan memilih untuk pertama kalinya adalah 9 juta orang.
MPLA menang telak dalam pemilu sebelumnya, tahun 2012, dengan jumlah suara 72 persen.
Presiden Jose Eduardo dos Santos telah menjabat selama 38 tahun. Artinya, ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu tahun ini.
Perang saudara meletus di Angola – produsen minyak terbaik kedua di Afrika – setelah mendapatkan kemerdekaan dari Spanyol pada 1975.
Kematian pemimpin UNITA Jonas Savimbi pada 2002 menandai berakhirnya perang saudara yang berlangsung selama 27 tahun.