Pizaro Gozali İdrus
12 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Pizaro Idrus
JAKARTA
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah menggodok pedoman khotbah untuk pemuka agama jelang kampanye Pilkada 2018.
Komisioner Bawaslu Mochammad Affifudin menyebut materi khotbah yang tengah disusun lembaganya bertujuan mencegah politik uang, menyinggung isu SARA, dan penyebaran berita hoaks.
“Ini sifatnya opsional, tidak wajib. Penyusunan materi ini hanya panduan saja bagi tokoh-tokoh agama,” jelas Afiffudin.
Affifuddin mengatakan proses penyusunan buku ini akan melibatkan majelis-majelis keagamaan. Sebab, kata dia, wilayah agama adalah domain majelis-majelis keagamaan.
“Kita sudah jadwalkan untuk bertemu Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kalau dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, kita sudah,” kata Afiffudin.
Afiffudin menegaskan, tokoh agama memiliki peran besar dalam menyukseskan pemilu.
Dia pun mengharapkan tokoh-tokoh agama di daerah proaktif menyerukan jamaahnya untuk menggunakan hak pilih.
“Fungsi-fungsi edukasi seperti inilah yang kita harapkan,” jelas Affifudin.