29 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Satuk Bugra Kutlugun
ANKARA
Kamboja pada Minggu menggelar pemilihan umum, yang kemungkinan Partai Rakyat Kamboja (CPP) akan menang karena partai oposisi utama tidak ikut bertarung.
Tempat pemungutan suara di seluruh negara Asia Tenggara itu dibuka pada pukul 7 pagi waktu setempat (0000GMT) dan ditutup pada jam 3 sore. (0800GMT).
Sekitar 8,3 juta orang telah terdaftar dalam pemilu, Kyodo News Agency melaporkan.
Selain Partai Rakyat Kamboja, 19 partai kecil lainnya bersaing. Namun, tak satu pun dari partai ini memenangkan kursi di pemilihan 2013.
Tahun lalu, partai oposisi utama Kamboja, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP_ dibubarkan oleh perintah pengadilan.
Sam Rainsy, mantan pemimpin CNRP, telah hidup di pengasingan dan menyerukan pemboikotan pemilu, kata kantor berita itu.
Namun, Perdana Menteri Hun Sen telah mengecam boikot tersebut dan berulang kali mendesak warga untuk melakukan pemungutan suara dan memilih partainya dalam pidato-pidato kampanye baru-baru ini.
Hun Sen telah memerintah Kamboja selama 33 tahun terakhir.