17 September 2017•Update: 18 September 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Kedutaan Turki membantah mendukung kelompok separatis di wilayah tenggara Nigeria, meski ada rekaman video yang mengklaim sebaliknya.
Kedutaan Turki merilis sebuah pernyataan menolak cuplikan video seorang warga Turki yang menyatakan dukungannya terhadap aktivis separatis Igbo dan melontarkan hinaan kepada pemimpin Nigeria Muhammadu Buhari.
Rilis Kedutaan Turki dikeluarkan sehari setelah Abdülkadir Erkahraman, seorang warga Turki yang mengaku sebagai diplomat, merilis rekaman dukungan terhadap agitasi kekerasan di wilayah tenggara Nigeria.
Banyak orang Nigeria sangat marah dengan video tersebut dan meminta Abuja menyelidiki Erkahraman.
Dalam pernyatannya, Turki tidak mengakui Erkahraman sebagai diplomat.
"Abdülkadir Erkahraman bukanlah diplomat, pegawai negeri atau perwakilan resmi Pemerintah Turki," kata kedutaan tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan dari ibukota Nigeria Abuja.
"Pemerintah Turki berkomitmen terhadap integritas teritorial dan kesatuan politik Republik Federal Nigeria. Lebih jauh lagi, Turki tidak pernah mendukung kegiatan separatis terhadap Republik Federal Nigeria," tambahnya.
Ketegangan mencapai titik nadir di wilayah tenggara Nigeria saat tentara membasmi upaya agitasi kekerasan dari kelompok separatis.
Beberapa orang tewas dalam penembakan terkait kelompok separatis tersebut, yang berada di bawah payung Independent People of Biafra (IPOB). IPOB kini telah dilarang dan tetapkan sebagai "organisasi teroris yang kejam.”
Pada hari Sabtu, polisi mengkonfirmasi empat orang non-pribumi tewas oleh separatis di negara bagian kaya minyak tersebut sebagaimana video yang menunjukkan kekerasan IPOB terhadap umat Islam, termasuk penghancuran sebuah masjid.
Para pemimpin Muslim menyerukan agar tenang dan memperingatkan adanya pembalasan terutama di wilayah utara Muslim.