28 Juli 2017•Update: 30 Juli 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Perusahaan minyak milik negara Nigeria pada Kamis mengkonfirmasi beberapa pekerjanya diculik oleh teroris Boko Haram di kawasan timur laut Nigeria yang bergolak dan keberadaan mereka tidak diketahui.
Konfirmasi datang dua hari setelah pejuang Boko Haram menyerang para pekerja di daerah Gubio, menewaskan beberapa dari mereka termasuk sembilan tentara, yang menurut pihak militer sedang dalam misi penyelamatan.
Media lokal melaporkan ada 48 orang yang tewas dalam serangan itu, termasuk anggota militer, anggota pemberontak, dan pekerja perusahaan minyak, kemudian semua jenazah korban dibawa ke sebuah rumah sakit pemerintah di Maiduguri, ibukota Borno.
Tidak ada konfirmasi resmi soal angka kematian diluar dari sembilan personil militer tersebut.
"Kami gembira ada laporan bahwa beberapa korban selamat. Namun kami masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas militer," kata Menteri Perminyakan dan kepala Nigeria National Petroleum Corp. (NNPC) Ibe Kachikwu dalam konferensi pers di Abuja, Kamis.
Kachikwu tidak mengkonfirmasikan apakah ada pekerja perusahaan minyak yang tewas, tetapi ia mengatakan perusahaan akan menghentikan semua kegiatan di kawasan tersebut mulai saat ini.
"Asalkan ada izin keamanan yang cukup, NNPC pasti akan kembali dan terus mengeksplorasi minyak di daerah tersebut," dia menambahkan. Dia menolak kritik bahwa perusahaan bekerja di kawasan yang tidak aman.
"NNPC masuk ke Chad Basin bukan karena salah arah. Selama enam bulan, mereka telah beroperasi di daerah tersebut karena kawasan itu cukup stabil. Kami mendapatkan jaminan keamanan. Kami tidak sendirian, tetangga kita juga melakukan pengeboran di perbatasan,” kata Kachikwu.
Boko Haram telah meningkatkan serangan di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir, terutama melalui bom bunuh diri, menyebabkan keraguan masyarakat pada pemerintah yang sudah memberikan klaim kalau kelompok terror itu tidak menimbulkan ancaman keamanan.
Pekan lalu Panglima Militer Tukur Buratai memerintahkan pasukannya untuk melacak pimpinan Boko Haram Abubakar Shekau mati atau hidup dalam 40 hari ke depan.