20 Juli 2017•Update: 21 Juli 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Penjabat Presiden Yemi Osinbajo telah memberikan konfirmasi Kamis bahwa telah terjadi penculikan banyak wanita di negara bagian Borno timur laut, namun tidak menjelaskan apakah para polwan ini diculik oleh kelompok teroris Boko Haram.
Osinbajo mengutuk "penculikan yang jahat dan pengecut " dalam sebuah pernyataan yang terjadi dua hari setelah Boko Haram merilis video seorang polwan yang memohon pemerintah untuk membebaskan mereka.
"Penjabat Presiden telah mengarahkan militer dan badan intelijen Nigeria untuk mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk berkoordinasi dengan mitra internasional kami untuk menyelamatkan wanita diculik, serta memastikan untuk meningkatkan keamanan di dalam dan sekitar Borno Negara," demikian dinyatakan pihak presiden dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya ada selusin polwan yang telah diculik akhir bulan lalu oleh militan Boko Haram setelah menyerang konvoi dari institusi keamanan yang sedang dalam perjalanan mengubur seorang polisi. Sejumlah polisi dinyatakan tewas dalam pertarungan.
Polisi mengkonfirmasi bahwa penyergapan mematikan itu terjadi, namun membantah adanya penculikan para polwan dan pencurian senjata yang diklaim oleh pihak Boku Haram.
Namun tidak ada informasi dari Osinbajo mengenai identitas para wanita tersebut dan kapan penculikan itu terjadi, kemungkinan supaya tidak terlalu berkontradiksi dengan keterangan polisi.
Para pengamat mengatakan penanganan penculikan mencerminkan kegagalan pemerintahan sebelumnya yang awalnya mengakui penculikan massal 276 anak sekolah di timur laut Chibok pada tahun 2014.
Setidaknya 106 wanita masih disekap Boko Haram