Muhammad Abdullah Azzam
31 Desember 2020•Update: 31 Desember 2020
Omer Tugrul Cam, Busra Nur Bilgic Cakmak
BRUSSELS
Turki akan mengambil alih komando pasukan kesiapan tinggi NATO pada 1 Januari, kata aliansi itu.
“Militer Turki akan memimpin Satuan Tugas Kesiapan Kesiapan Sangat Tinggi (VJTF) NATO pada Jumat (1 Januari 2021), menempatkan ribuan tentara dalam keadaan siaga, siap untuk ditempatkan dalam beberapa hari. Turki mengambil alih dari Polandia, yang menjadi inti kekuatan pada 2020," ungkap pernyataan dari NATO.
Dalam VJTF, bagian dari Pasukan Tanggap NATO, sekitar 4.200 tentara di bawah Komando Brigade Infanteri Mekanik ke-66 Turki, dan total 6.400 tentara lainnya akan bertugas, termasuk unit dari Albania, Hongaria, Italia, Latvia, Montenegro, Polandia, Rumania, Slovakia, Spanyol, Inggris, dan AS.
Pernyataan itu menekankan "investasi substansial" Turki untuk pasukan paling gesit NATO, "terutama dalam perencanaan persyaratan logistik dan amunisinya."
"Model terbaru kendaraan bersenjata Turki, rudal anti-tank dan howitzer telah dialokasikan untuk pasukan tersebut," tambah pernyataan tersebut.
VJTF didirikan pada 2014 dalam KTT NATO di Wales sebagai tanggapan atas perubahan lingkungan keamanan seperti aktivitas destabilisasi Rusia di Ukraina dan masalah keamanan di Timur Tengah.
Anggota NATO bergilir untuk memimpin satuan pasukan tersebut, yang mana Polandia memimpinnya pada 2020 dan Jerman pada 2019.