Ovunc Kutlu
25 Desember 2021•Update: 27 Desember 2021
ANKARA
Langkah-langkah terbaru yang diambil oleh Bank Sentral Turki dan model ekonomi baru Turki akan mengarah pada inflasi yang lebih rendah, kata presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Jumat.
Sejak model ekonomi baru negara itu diumumkan, simpanan bank di Turki menggunakan mata uang lira lokal tumbuh 23,8 miliar lira Turki (USD2,2 miliar) pada pukul 15.00 waktu setempat Turki (1200 GMT) pada Jumat, dan jumlahnya terus bertambah, ungkap Erdogan kepada stasiun televisi lokal ATV.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa semua warga Turki harus percaya pada lira, kebijakan baru yang diumumkan untuk memberikan kompensasi kepada deposan lira untuk fluktuasi mata uang asing, sambil mendorong warga untuk pindah ke aset berbasis lira Turki, ujar presiden.
Tentang deposito lira Turki baru yang dilindungi FX, Erdogan mengatakan warga Turki memiliki dua jaminan, satu dari Bank Sentral Turki dan yang lainnya dari Departemen Keuangan.
Erdogan menekankan bahwa instrumen baru dikembangkan untuk memastikan stabilitas keuangan, dan menekankan bahwa itu tidak bertentangan dengan Konstitusi.
"Nilai valuta asing akan stabil dalam waktu yang sangat singkat," tutur Erdogan, merujuk pada berakhirnya fluktuasi nilai lira baru-baru ini.
Erdogan berpendapat bahwa partai oposisi dan sekutunya ingin mengindeks lira Turki ke dolar AS dan euro.
Sejak Erdogan mengumumkan alternatif keuangan baru untuk rekening tabungan lira Turki pada Senin malam, lira Turki pulih dengan kuat.
Nilai dolar terhadap lira Turki anjlok dari 18,36 pada Senin ke level 10,23 pada Kamis – penurunan 44,3 persen, menurut data resmi. Lira Turki berada pada nilai 10,72 pukul 21.25 waktu setempat Turki (1825GMT) pada Jumat.
Persepsi harga yang tidak rasional berakhir
Erdogan menekankan bahwa kekuatan lira Turki berasal dari infrastruktur ekonomi Turki, kapasitas produksi, dan sektor keuangannya yang kuat.
Dia menggarisbawahi, langkah Bank Sentral belakangan ini dan model ekonomi baru telah mengakhiri persepsi dan pergerakan harga yang irasional yang bertujuan mengganggu kepercayaan para deposan.
Tindakan hukum akan diambil terhadap mereka yang membuat pernyataan spekulatif tentang nilai tukar, dan Badan Pengaturan dan Pengawasan Perbankan (BDDK) telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk itu, tambah dia.
“Tujuan kami adalah untuk mengurangi fluktuasi nilai tukar mata uang asing bagi investor, industrialis, dan deposan, menumbuhkan nilai lira Turki, dan meningkatkan reputasinya,” jelas dia.
"Program ekonomi akan meningkatkan kepercayaan pasar. Ini akan memberikan stabilitas nilai tukar, yang sangat penting. Kami berharap ini berdampak positif pada anggaran dalam jangka panjang, bukan menjadi beban," tambah dia.
- 'Kami tak akan tolerir kenaikan harga yang tak adil'
Erdogan mengatakan harga tinggi di pasar domestik Turki harus direvisi dengan kondisi yang sesuai.
"Kami tidak akan pernah membiarkan kenaikan harga yang tidak adil, kami tidak akan memberikan kesempatan kepada penimbun. Kami sangat tegas dalam hal ini," kata dia.
Tentang RUU yang bertujuan untuk menghukum penimbun, Erdogan mengatakan RUU itu, ketika ditandatangani menjadi undang-undang, akan memberikan hukuman berat kepada mereka yang menimbun barang secara tidak adil.
Presiden juga mencatat bahwa pemerintah juga bermaksud untuk menurunkan tingkat pengangguran menjadi satu digit.