Kaan Bozdogan, Etem Geylan dan Murat Paksoy
ISTANBUL
Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Saudi yang tewas terbunuh, Jamal Khashoggi, berbicara kepada Habeturk TV tentang yang hari-harinya setelah Khashoggi dinyatakan menghilang.
Cengiz berkata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meneleponnya setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan undangan untuknya ke Amerika.
Saat ditanya apakah Khashoggi adalah seorang penulis yang membangkang kepada negaranya, Cengiz berkata, "Saya tidak tahu seberapa akurat penilaian soal pendirian Jamal [...] Dia memiliki pendirian objektifnya sendiri. Ada saatnya dia mendukung dan ada saatnya dia mengkritik. Saya bicara soal praktik-praktik baru, reformasi, dan putra mahkota [Mohammed bin Salman]. Dia mengawasi perubahan struktur ini dengan kekhawatiran dan antusiasme besar."
Khashoggi, warga negara Saudi dan kolumnis untuk The Washington Post, terakhir kali terlihat memasuki konsulat negaranya di Istanbul pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan guna melangsungkan pernikahan dengan Cengiz.
Setelah berhari-hari menyangkal tahu-menahu soal keberadaan Khashoggi, Saudi pada pekan lalu mengakui jurnalis tersebut tewas di dalam konsulat.
Menyatakan mereka ingin tinggal di AS dan Turki setelah menikah, Cengiz berkata Khashoggi mencintai Istanbul yang kerap dia kunjungi. Selain itu, dia juga mengatakan Khashoggi sebelumnya sudah pernah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan dia memiliki banyak teman di Turki.
Dia meneruskan, mereka pertama kali pergi ke Konsulat Saudi pada 28 September. Cengiz berkata keduanya merasa gugup ketika pertama kali mengunjungi konsulat, takut akan adanya interogasi.
Namun, kebalikan dengan kekhawatiran mereka, Khashoggi meninggalkan gedung diplomatik dengan riang, karena para pegawai konsulat bersikap baik kepadanya, kata Cengiz.
Sebelum kunjungan kedua ke konsulat mereka pada 2 Oktober, dia menyatakan Khashoggi memintanya untuk pergi ke kampus, dan dia akan pergi ke konsulat sendiri.
"Meskipun dia berkata akan pergi sendiri, saya memiliki firasat, saya seharusnya tidak membiarkannya pergi sendiri," ujar dia, menambahkan bahwa kunjungan pertama ke konsulat membuat Khashoggi yakin tidak akan terjadi apa-apa.
Dia berkata merasa terganggu karena Khashoggi belum meninggalkan gedung, lalu ketakutan setelah tahu bahwa jam kerja konsulat sudah berakhir.
"Lalu, seorang pegawai Turki berkata semua orang telah meninggalkan gedung dan tidak ada siapa-siapa di dalam," ujar dia, menambahkan dia merasakan ketakutan teramat besar Khashoggi telah tiada.
Cengiz berkata dia menyerahkan komuter, telepon dan barang-barang pribadi Khashoggi kepada jaksa penuntut 3-4 hari setelah insiden. "Situasi ini memiliki aspek politik dan hukum dan kemanusiaan," ujar dia.
Dia berujar, merasa "mati setiap hari" sampai Arab Saudi membuat pernyataan resmi soal pembunuhan Khashoggi.
"Seluruh otoritas pemerintah, terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengawasi dengan dekat kasus ini. Mereka mendukung saya di masa-masa ini," kata dia.
Undangan Trump
Menyebut pernyataan-pernyataan Donald Trump soal pembunuhan ini "saling berkontradiksi", dia mengaku menganggap pernyataan Trump sebagai usaha untuk meraih simpati publik.
"Dalam artikel saya, saya menyatakan akan pergi ke Gedung Putih bila mereka mengambil langkah menyelesaikan masalah ini. Beberapa hari lalu setelah undangan Trump, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menelepon dan saya katakan padanya apa yang ingin saya katakan kepada Donald Trump."
Saat ditanya apakah dia akan pergi ke AS, dia menjawab, "Tidak, pada saat ini."
Namun, dia memuji editorial Washington Post karena terus mengangkat isu ini di harian mereka.
Cengiz menyatakan harapan semua yang terlibat dalam kejahatan ini diadili dan dihukum.
Menekankan bahwa Khashoggi telah berpesan kepada keluarga dan teman-temannya dia ingin dikuburkan di dekat Madinah, dia berkata ta pantas untuk membicarakan soal ini karena jasad Khashoggi hingga kini masih belum ditemukan.
Meski begitu, Cengiz berkata keinginan Kahashoggi akan dipenuhi bila nanti tubuhnya sudah ditemukan.
Beberapa kali selama wawancara, Cengiz terlihat menangis.
Di tengah-tengah kemarahan dunia atas kematian Khashoggi, Raja Saudi Salman memecat wakil kepala badan intelijen Saudi -- dan seorang penasihat tinggi -- sementara memerintahkan 18 orang lainnya ditahan.
Sementara itu, para pemimpin dunia mendesak otoritas Saudi untuk menjelaskan keadaan saat pembunuhan Khashoggi terjadi.
Polisi Turki telah menyelidiki kasus ini, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta 18 orang yang ditangkap Arab Saudi terkait kasus ini harus dibawa ke Turki dan diadili di sana.
* Ali Murat Alhas berkontribusi pada berita ini dari Ankara.
news_share_descriptionsubscription_contact

