ANKARA
Jurnalis yang dipecat oleh lembaga penyiaran publik Jerman menepis tuduhan antisemitisme dan mengatakan Deutsche Welle bertindak melawan kebebasan berekspresi.
Warga asal Palestina Maram Salem dan Farah Maraqa dari Yordania, yang termasuk di antara lima jurnalis yang diskors dari Deutsche Welle, mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka dipecat oleh perusahaan itu.
Deutsche Welle memberhentikan para staf tersebut setelah penyelidikan selama dua bulan terhadap "antisemitisme di tempat kerja."
"Saya baru saja diberitahu bahwa saya diberhentikan dari pekerjaan saya di Deutsche Welle setelah seorang jurnalis dari Jerman menerbitkan laporan yang menuduh saya dan rekan-rekan lain Anti-Semitisme dan Anti-Israel berdasarkan posting yang kami publikasikan di akun Facebook pribadi kami," kata Salem di Facebook.
Dia mengatakan postingannya tidak mengandung apapun yang berhubungan dengan antisemitisme atau Israel tetapi tentang kebebasan berekspresi di Eropa dan Salem membagikan postingan sebelumnya yang ada di laporan tersebut.
"Kebebasan berekspresi di Eropa adalah sebuah ilusi. Banyak garis merah yang bisa dilanggar jika kita membicarakannya. Trik yang biasanya kita gunakan (seperti mengkodekan kata-kata tertentu) tidak bertujuan untuk menyembunyikan postingan dari Facebook, tetapi untuk mencegah terjemahan otomatis dari mengungkapkan apa yang kami katakan kepada beberapa orang di sini yang selalu memantau kami dan menguntit kami untuk membuat kami dipecat dari pekerjaan kami atau dideportasi dari negara ini," ujar dia.
Salem mengklaim dia "dikambinghitamkan" oleh Deutsche Welle.
"Bagaimana mungkin sebuah perusahaan media internasional yang seharusnya menyerukan kebebasan akan mengeluarkan seorang karyawan karena mengkritik kebebasan berekspresi di Eropa. Menjadi orang Palestina bukanlah Anti-Semit," tambah dia.
Maraqa dari Yordania juga mengaku dipecat tanpa mengetahui alasannya.
"Saya baru saja diberitahu tanpa penjelasan lebih lanjut bahwa saya akan menerima pemberitahuan penghentian dari Deutsche Welle dengan segera. Saya belum diberi tahu tentang alasannya, atau diberikan laporan yang menjadi dasar tuduhan ini," tulis dia di Twitter.
Deutsche Welle dikritik habis-habisan pada Desember oleh lebih dari 130 aktivis dan jurnalis setelah perusahaan tersebut memutuskan untuk memberhentikan lima jurnalis Arab karena cuitan lama di mana mereka mengkritik Israel dan kebijakannya di Timur Tengah.