Mahmoud Barakat
12 Januari 2022•Update: 13 Januari 2022
TUNIS, Tunisia
Sebuah LSM Tunisia pada Selasa menyerukan perlindungan terhadap jurnalis setelah Presiden Kais Saied menuduh media menargetkan referendum yang direncanakan tahun ini.
Referendum yang berlangsung secara online itu akan digelar secara resmi pada pertengahan Januari untuk mengumpulkan suara rakyat tentang berbagai masalah politik, sosial dan ekonomi.
LSM Reporters Sans Entraves menyerukan untuk menjauhkan pers dari semua perselisihan politik dan ketidaksepakatan antara partai-partai politik, organisasi itu menuntut "perlindungan pers dan pekerja media saat menjalankan tugas profesional mereka."
LSM tersebut menolak semua upaya untuk menundukkan media atau mengontrol editorial media.
Mereka menyatakan presiden dan pemerintah yang ada bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis, serta menyerukan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi sebagai hak yang dijamin oleh konstitusi.
Bulan lalu, Saied mengadakan referendum tentang sistem pemerintahan Tunisia pada 25 Juli 2022 dan pemilihan parlemen awal pada 17 Desember.
Saied menggulingkan pemerintah pada 25 Juli 2021, menangguhkan parlemen dan mengambil alih kekuasaan eksekutif.
Dia bersikeras bahwa "langkah-langkah luar biasa"-nya bermaksud untuk "menyelamatkan" negara, sementara para kritikus menuduhnya melancarkan kudeta.