26 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Enes Canlı
TUNIS, TUNISIA
Tunisia menuntut Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan permintaan maaf resmi atas keputusan pembatasan visa bagi wanita Tunisia.
Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui kepada sebuah stasiun radio swasta membahas keputusan Tunisia menghentikan seluruh penerbangan maskapai Emirates Airlines di Tunisia dan keputusan UEA membatasi visa terhadap wanita Tunisia.
“Pejabat UEA telah menghubungi saya dan menyampaikan permintaan maaf,” kata Jhinaoui.
Namun, kata Jhinaoui, Tunisia menunggu permintaan maaf resmi dari UEA.
“Rakyat Tunisia menginginkan itu,” tambah dia.
Jhinaoui mengatakan, seharusnya UEA memberikan informasi kepada Tunisia sebelum mengambil keputusan tersebut, menurut dia penerapan yang dilakukan UEA dan membeda-bedakan penumpang adalah melanggar hukum.
Apa yang terjadi antara UEA dan Tunisia?
Pada Jumat lalu, media lokal Tunisia mengabarkan bahwa Emirates melarang sejumlah wanita Tunisia menaiki armadanya tanpa alasan.
Pada hari yang sama, Pihak Emirates menyatakan bahwa ada penerapan pembatasan terhadap visa wanita Tunisia.
Kantor berita resmi Tunisia TAP mengumumkan, Duta Besar UEA untuk Tunisia, Salem Issa Elkattam Zeabi dipanggil ke kementerian luar negeri Tunisia pada hari Jumat.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Tunisia disebutkan bahwa duta besar UEA mengatakan, "pembatasan tersebut bersifat sementara dan mengenai prosedur keamanan dan pembatasan tersebut telah dicabut".
Menyusul penerapan pembatasan visa tersebut, Kementerian Transportasi Tunisia mengumumkan bahwa semua penerbangan maskapai milik UEA, Emirates Airlines di Tunisia telah dihentikan.
Sementara itu, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi dalam sebuah pernyataan pada Senin menyatakan, keputusan penghentian penerbangan maskapai Emirates Airlines di Tunisia akan tetap dilanjutkan hingga penerapan terhadap penumpang wanita Tunisia diperbaiki dalam kerangka perjanjian dan kewajiban internasional.
Pada Februari lalu, UEA mengumumkan telah mencabut penerapan pembatasan visa terhadap warga Tunisia yang diterapkan sejak 2015 dengan alasan keamanan.