Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Amerika Serikat (AS) sedang mengupayakan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Jepang yang berfokus pada pertanian, lansir media Jepang pada Rabu.
Menurut harian Mainichi, pemerintahan Trump akan mengupayakan pembukaan pasar pertanian negara itu di bawah FTA yang diusulkan, menambahkan bahwa Laporan Ekonomi Presiden akan diserahkan ke Kongres AS.
Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa Washington dan Tokyo diperkirakan akan memulai negosiasi FTA bulan ini, tetapi kemungkinan ditunda hingga April atau Mei karena AS saat ini masih fokus pada dialog perdagangan yang sedang berlangsung dengan China.
Meskipun AS sedang mempertimbangkan pakta komprehensif yang mencakup berbagai bidang termasuk barang, jasa, investasi dan mata uang, Jepang bersikeras bahwa kedua pemerintah bertujuan untuk menerapkan perjanjian perdagangan hanya untuk barang, kata harian itu.
Laporan Trump juga merujuk pada pemberlakuan sistem tarif variabel pada impor daging sapi dan babi oleh Tokyo.
"Sejumlah pesaing internasional, seperti Australia, menerima tarif Jepang yang jauh lebih rendah, sehingga perjanjian perdagangan bebas dengan Jepang dapat menyamakan kedudukan bagi eksportir AS," ungkap Mainichi, mengutip laporan itu.
Laporan itu dipublikasikan setelah Lighthizer menyatakan keprihatinan bahwa FTA Jepang dengan Uni Eropa dan penegakan Kemitraan Trans-Pasifik yang direvisi - FTA beranggotakan 11 orang termasuk Jepang dan Australia - akan membahayakan kepentingan para petani Amerika.
Dalam laporan tersebut, Trump mengatakan bahwa mereka akan mendesak Beijing dan Tokyo - dua importir gas alam cair (LNG) terbesar di dunia - untuk meningkatkan pembelian LNG dari AS.