Astudestra Ajengrastrı
13 Juli 2018•Update: 14 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Presiden AS Donald Trump tiba di Inggris pada Kamis untuk melakukan kunjungan sepanjang empat hari, di mana dia akan bertemu dengan perdana menteri dan Ratu.
Air Force One mendarat di Bandara Stansted di Essex, di mana Trump -- langsung dari Brussels setelah menghadiri KTT NATO selama dua hari -- disambut oleh Menteri Perdagangan Internasional Liam Fox.
Trump lalu naik helikopter ke kediaman duta besar AS di London.
Protes besar-besaran sudah direncanakan selama kunjungan Trump untuk menunjukkan bertapa tak populernya Trump di Inggris, terutama London, di mana para aktivis akan menerbangkan balon 'Bayi Trump'.
Trump diperkirakan akan menghindari melewati ibu kota dan kota-kota besar lainnya sebagai mengantisipasi adanya protes. Pertemuan-pertemuannya akan diadakan di berbagai kastil atau istana yang berada di pedesaan.
Kedutaan Besar AS di London telah memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan di sekitar ibu kota karena kekhawatiran akan adanya rencana demo tersebut.
Kerumunan pendemo berkumpul di depan Kedutaan Besar AS ketika Trump tiba di ibu kota, sementara beberapa peserta protes berjalan di Jembatan Vauxhall, di mana anggota Amnesty International mengibarkan banner dengan gambar Trump bercap "Mimpi Buruk Hak Asasi".
Trump menghadapi banyak kritik dari Inggris setelah menyebut negara ini sebagai "negara dalam kekacauan" pasca rangkaian pengunduran diri tingkat tinggi dari kabinet Theresa May pada pekan lalu karena rencana Brexit-nya.
Polling yang dilakukan oleh Guardian/ICM dan dirilis kemarin menyatakan bahwa sejumlah besar warga Inggris memiliki pandangan negatif tentang Trump, dengan 53 persen responden menyatakan dia tak bekerja dengan baik sebagai presiden, sementara 63 persen berkata mereka tidak ingin melihat orang seperti Trump menjadi perdana menteri.
Trump dijadwalkan berada di Inggris sampai Minggu, setelah itu dia akan melakukan perjalanan ke ibu kota Finlandia, Helsinki, untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.