Rıskı Ramadhan
15 November 2017•Update: 15 November 2017
MOSKOW
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Inggris telah memilih Rusia sebagai musuh luar negeri untuk dikambinghitamkan dan mengalihkan perhatian masyarakat atas masa sulit yang sedang dilalui Inggris.
Pernyataan Zakharova ini menanggapi tuduhan Perdana Menteri Inggris Theresa May bahwa Rusia “mengancam sistem internasional yang tertata rapi” dalam sebuah pernyataan tertulis.
Zakharova menyatakan tudingan May terhadap rusia adalah tuduhan yang “tidak bertanggung jawab” dan “tanpa sebab”. Dia mengatakan, kabinet Inggris mengungkapkan gagasan untuk melindungi tatanan internasional dengan cara mengejek.
“Mengingat tindakan agresif Inggris di Libya dan Irak yang sama sekali tidak menguatkan hukum internasional, membawa derita bagi jutaan orang dan mengganggu stabilitas seluruh wilayah saja sudah cukup,” tambah Zakharova.
Inggris, kata Zakharova, tengah melewati masa sulit akibat proses keluar dari Uni Eropa yang memunculkan perpecahan di dalam negeri.
“[Inggris] butuh musuh luar untuk mengalihkan perhatian masyarakat, dan terlihat jelas Rusia yang dipilih sebagai musuh tersebut,” kata dia.
Perdana Menteri Inggris Theresa May sebelumnya menuduh Rusia ikut campur dalam pemilu dan mengkerdilkan negara-negara Barat. May mengatakan "skala dan sifat" perbuatan Rusia itu "mengancam sistem internasional yang tertata rapi".