Pizaro Gozali İdrus
15 November 2017•Update: 15 November 2017
Pizaro Gozali Idrus
JAKARTA
Arab Saudi menyatakan akan memerangi kelompok manapun yang ditetapkan teroris oleh negaranya, termasuk Hamas.
Arab Saudi menilai Ikhwanul muslimin, Daesh, Hamas, dan Al Qaeda mendapat perlindungan dari Qatar. Qatar adalah negara yang dituduh oleh Arab Saudi sebagai pendana teror.
"Karena itu, Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena mereka berhubungan dengan teroris," jelas Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammad Abdullah al Suhaibi di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, Arab Saudi mengapresiasi langkah Hamas yang menyerahkan Gaza kepada pemerintahan Mahmud Abbas dan menggelar rekonsiliasi dengan Fatah di Kairo.
Selain itu, Osama menampik kabar jika negaranya akan bekerjasama dengan Israel untuk memerangi kelompok Hizbullah.
Sebelumnya, Mufti Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh mengatakan bahwa negaranya tidak boleh berperang melawan Israel dan Arab Saudi bisa bekerja sama dengan Israel dalam memerangi Hizbullah. Pernyataan itu dikatakan Mufti Saudi menjawab pertanyaan terkait penyerangan Masjid al-Aqsa di sebuah program televisi lokal.
Sikap mufti Saudi tersebut langsung disambut Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara yang menyatakan tindakan Hamas di Masjid al-Aqsa hanyalah provokasi.
“Saya mengundang Mufti Saudi untuk mengunjungi Israel. Di sini ia akan disambut sebagai tamu kehormatan," tulis Kara dalam akun twitternya.