Chandni
22 November 2017•Update: 23 November 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Selasa mengatakan negaranya sudah siap masuk ke tahap ke dua dalam perundingan Brexit.
"Kami siap maju ke fase dua dalam perundingan menciptakan hubungan kemitraan yang dalam dan spesial dengan Uni Eropa (UE)," kata May. Sebelumnya September lalu May mengatakan Inggris akan "menghormati" komitmen finansial mereka dengan UE.
Komentar terbaru May itu datang sehari setelah dia dilaporkan mencapai kesepakatan dengan anggota-anggota kabinetnya untuk membayar lebih guna "bercerai" dengan UE.
Media setempat mengatakan tawaran dari Inggris akan sebesar USD 53 miliar karena UE memberikan tenggat waktu kepada Inggris, mendorong mereka menjelaskan tiga isu penting: penyelesaian keuangan, perbatasan Irlandia dan hak penduduk setelah Brexit.
UE akan menilai apakah ada kemajuan yang cukup untuk masuk ke tahap ke dua perundingan Brexit pada pertemuan Desember nanti.
Menteri Brexit David Davis pada Selasa mengatakan mereka "harus ambisius memikirkan perjanjian yang akan disetujui bersama UE".
"Semakin jelas dengan setiap ronde negosiasi, kita harus mulai memikirkan hubungan kita ke depan," kata Davis.
Sebelumnya, pihak negosiasi UE Michael Barnier juga mengatakan Eropa siap menawarkan hubungan perdagangan "yang paling ambisius" namun mereka enggan menurunkan standar mereka.
Perbatasan Irlandia Utara
Davis mengatakan kesepakatan akhir tidak akan dicapai hingga UE bersedia membuka perbincangan perdagangan.
"Masalah perbatasan Irlandia Utara tidak bisa dibicarakan bila kita belum merundingkan nasib kemitraan Inggris denan Uni Eropa," jelas Davis.
Sementara itu, Perdana Menteri May mengadakan pertemuan dengan utusan dua partai terbesar Irlandia Utara yaitu Partai Perserikatan Demokratik (DUP) dan Sinn Fein di London.