Trump tegaskan menolak aneksasi Israel atas Tepi Barat
Pernyataan Trump muncul setelah kabinet keamanan Israel mengesahkan langkah baru untuk memperluas kontrol di wilayah pendudukan
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan dirinya tidak mendukung langkah Israel untuk menganeksasi wilayah pendudukan Tepi Barat, di tengah kebijakan terbaru kabinet keamanan Israel yang memperluas kontrol atas kawasan tersebut.
Trump menyampaikan sikap itu pada Selasa (11/2) dalam wawancara dengan media Axios, ketika ditanya mengenai keputusan kabinet Israel terkait Tepi Barat.
Meski menolak membahas rincian langkah-langkah tersebut, Trump menegaskan penolakannya terhadap aneksasi.
“Saya menentang aneksasi,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa pemerintahannya saat ini memiliki banyak isu lain yang harus dipikirkan.
“Kita sudah punya cukup banyak hal untuk dipikirkan sekarang. Kita tidak perlu berurusan dengan Tepi Barat,” ujarnya.
Pada Minggu (9/2), kabinet keamanan Israel memerintahkan pencabutan aturan yang melarang penjualan tanah Palestina kepada warga Yahudi di Tepi Barat, pembukaan catatan kepemilikan tanah, serta pengalihan kewenangan izin pembangunan di blok permukiman dekat Hebron dari otoritas Palestina kepada administrasi sipil Israel.
Langkah tersebut juga memperluas pengawasan dan penegakan Israel ke wilayah yang diklasifikasikan sebagai Area A dan Area B, dengan alasan dugaan pelanggaran terkait pembangunan tanpa izin, persoalan air, serta kerusakan situs arkeologi dan lingkungan.
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah Israel telah meninjau rencana pembangunan sekitar 50.000 unit permukiman di Tepi Barat, serta menyita sekitar 60.000 dunam tanah sejak dimulainya perang dengan Hamas pada Oktober 2023.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada Juli 2024 menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal menurut hukum internasional, serta menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
