Dunia

Trump targetkan perang Iran berakhir dalam beberapa pekan

Trump menargetkan penyelesaian konflik Iran dalam waktu singkat untuk menghindari perang berkepanjangan

Busra Nur Cakmak  | 27.03.2026 - Update : 30.03.2026
Trump targetkan perang Iran berakhir dalam beberapa pekan

ANKARA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan ingin segera mengakhiri konflik dengan Iran dalam beberapa pekan ke depan guna menghindari perang berkepanjangan, menurut laporan media.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber anonim menyebutkan Trump secara pribadi telah menyampaikan kepada para penasihatnya bahwa ia menilai konflik tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan meminta timnya tetap sejalan dengan target tersebut.

Pejabat pemerintahan juga berharap situasi dapat mereda sebelum pertemuan yang direncanakan pada pertengahan Mei dengan Presiden China Xi Jinping.

Konflik ini menambah tekanan bagi Trump di tengah upaya menyeimbangkan kebijakan luar negeri dengan agenda domestik, termasuk menghadapi pemilu paruh waktu. Sejumlah sekutu mendorong pendekatan yang lebih agresif, sementara pihak lain lebih memilih jalur diplomasi.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu mengatakan Trump mengutamakan penyelesaian damai dengan Iran, namun siap meningkatkan tekanan jika Teheran tidak menerima “realitas situasi saat ini.”

Pernyataan itu disampaikan setelah Washington menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran usai adanya komunikasi yang disebut “produktif” dalam beberapa hari terakhir, meski Iran membantah adanya pembicaraan tersebut.

Leavitt juga menyatakan bahwa jika Iran tidak mengakui telah “dikalahkan secara militer,” maka Amerika Serikat siap mengambil langkah yang lebih keras. Ia menegaskan Trump “tidak menggertak” dan siap mengambil tindakan tegas.

Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan rencana berisi 15 poin kepada Iran yang mencakup program nuklir, rudal balistik, serta keamanan maritim di Selat Hormuz.

Namun, Iran menolak proposal tersebut dan menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan terjadi sesuai syarat dan waktunya sendiri, dengan mengajukan lima kondisi termasuk penghentian penuh “agresi dan pembunuhan.”

Terkait kemungkinan pertemuan langsung, termasuk laporan mengenai potensi pertemuan di Pakistan, Gedung Putih menyatakan belum ada yang resmi hingga diumumkan secara formal.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Serangan tersebut memicu balasan Iran di kawasan serta mengganggu aliran minyak global secara signifikan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın