Muhammad Abdullah Azzam
07 Januari 2019•Update: 08 Januari 2019
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya tak pernah mengatakan AS akan menarik diri dalam waktu yang sangat cepat dari Suriah.
"Kami akan menarik diri dari Suriah, namun saya tak pernah mengatakan kami akan menarik diri dalam waktu sangat cepat," ungkap Trump.
Trump mengingatkan pada awal masa pelantikannya sebagian besar wilayah Suriah dan Irak berada di bawah kendali Daesh. Namun selama masa jabatannya, Daesh mengalami kekalahan besar, hingga kekuasaannya di Irak sepenuhnya terhapus dan hanya tersisa sedikit di Suriah.
Di sisi lain, Trump mengungkapkan negara-negara di kawasan itu juga harus berjuang melawan Daesh.
Trump menuturkan bahwa semua negara di kawasan itu membenci Daesh.
“Kebencian Rusia dan Iran terhadap Daesh melebihi kebencian kami, sedangkan Turki juga membenci Daesh walau tak seperti kebencian kami terhadap Daesh,” ujar Trump.
Trump mengatakan negara-negara tersebut juga dapat memerangi Daesh seperti kami dengan kekuatan mereka sendiri.
Hingga saat ini, AS belum mengumumkan peta jalan untuk penarikan pasukan.
Presiden Trump minggu lalu menyebutkan bahwa AS akan memperlambat penarikan 2.000 tentara yang ditempatkan di Suriah.
Pengumuman itu bertentangan dengan deklarasi awal di mana Trump bertekad akan segera menarik pasukannya dari Suriah setelah kelompok teroris Daesh dikalahkan.