Michael Hernandez
02 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dipastikan akan dilakukan pada 12 Juni mendatang di Singapura.
Kepastian itu diumumkan setelah perwakilan kedua negara tersebut bertemu selama dua jam di Gedung Putih, Amerika Serikat pada Jumat.
“Saya pikir kami akan membuat kesalahan besar jika tidak melakukan pertemuan itu, kita harus mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Dia bertemu dengan delegasi Korea utara yang dipimpin oleh Wakil Ketua Korea Utara Kim Yong Chol di Gedung Putih. Kim Yong Chol menyampaikan surat dari pemimpinnya yang ditujukan langsung kepada Presiden Trump.
Sebelumnya, Trump sempat membatalkan rencana pertemuan itu pada Kamis pekan lalu. Pembatalan tersebut dikirimkan melalui surat yang ditujukan kepada Kim Jong-un.
Namun, dalam sambutannya pada Jumat pekan ini, Trump mempertimbangkan pertemuan itu kembali dan optimistis bisa mencapai kesepakatan yang diinginkan.
Trump juga yakin Korea Utara akan melakukan denuklirisasi.
“Saya tahu mereka ingin melakukan itu, mereka ingin hal lain di sepanjang garis. Mereka ingin berkembang sebagai sebuah negara. Itu akan terjadi. Saya tidak ragu,” tambah dia.
Selain denuklirisasi, Trump mengatakan AS dan Korea Utara akan membahas penghentian Perang Korea yang telah berusia puluhan tahun.
AS dan Korea Utara telah mengirimkan tim di wilayah DMZ dan Singapura pada pekan ini untuk membahas lebih rinci kembali pertemuan besar tersebut.
Kim Yong-Choi sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS pada Rabu. Dia merupakan pejabat Korea Utara dengan peringkat tertinggi untuk zona diplomatik seputar PBB New York dalam beberapa dekade.
Pompeo menjadi pejabat dengan peringkat tertinggi untuk bertemu Kim Jong-un ketika mereka bertemu di Korea Utara pada April.