Türkİye, Dunia

Trump Buka Opsi Bahas Pengerahan Pasukan Turkiye ke Gaza

Rabia Iclal Turan  | 31.12.2025 - Update : 31.12.2025
Trump Buka Opsi Bahas Pengerahan Pasukan Turkiye ke Gaza

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan membahas kemungkinan pengerahan pasukan Turkiye ke Jalur Gaza saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan mereka di Florida.

Trump menyebut hubungannya dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sangat baik dan membuka peluang pembahasan terkait peran Turki dalam rencana stabilisasi Gaza. Pernyataan itu disampaikan Trump ketika ditanya soal kemungkinan keterlibatan pasukan Turkiye dalam International Stabilization Force (ISF) yang menjadi bagian dari rencana gencatan senjata Gaza versi AS.

“Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Erdogan, dan kami akan membicarakan hal itu. Jika itu baik, menurut saya itu juga baik,” ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa pembahasan tersebut juga akan melibatkan Netanyahu, yang dijadwalkan bertemu dengannya di resor Mar-a-Lago, Palm Beach. Kunjungan ini menjadi perjalanan kelima Netanyahu ke AS sejak Trump memulai masa jabatan keduanya.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah upaya mendorong implementasi fase kedua gencatan senjata Gaza yang disepakati pada Oktober lalu, setelah lebih dari dua tahun operasi militer Israel di wilayah tersebut. Serangan Israel sejak Oktober 2023 dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.200 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.200 orang.

Fase pertama gencatan senjata mencakup penghentian pertempuran, penarikan sebagian pasukan Israel, pertukaran sandera Israel dengan ratusan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sementara itu, fase kedua yang tercantum dalam rencana 20 poin Trump meliputi penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pelucutan senjata Hamas, pembentukan pasukan stabilisasi internasional, serta pembentukan komite teknokrat Palestina untuk mengelola pemerintahan sementara di Gaza. Israel diketahui menolak keterlibatan pasukan Turki dalam ISF.

Meski gencatan senjata telah berlaku, Israel masih menutup sebagian besar akses perbatasan Gaza, sehingga menghambat masuknya rumah sementara dan material rekonstruksi. Kondisi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang dialami lebih dari dua juta penduduk Gaza.

Laporan Axios pekan lalu menyebutkan tim utama Trump mulai merasa frustrasi terhadap langkah-langkah Netanyahu yang dinilai dapat melemahkan gencatan senjata. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan tahap berikutnya adalah pembentukan “Dewan Perdamaian” serta kelompok teknokrat Palestina untuk mengelola pemerintahan harian di Gaza, sebelum struktur dan mandat ISF ditetapkan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın