Necva Tastan Sevinc
31 Desember 2025•Update: 06 Januari 2026
ISTANBUL
Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, memperingatkan Israel agar tidak memblokir organisasi kemanusiaan internasional di Jalur Gaza karena langkah tersebut dinilai akan menghambat penyaluran bantuan penyelamat jiwa.
Dalam pernyataannya di media sosial X pada Rabu, Lahbib menegaskan bahwa rencana Israel membatasi atau memblokir organisasi non-pemerintah internasional (INGO) di Gaza sama dengan menghalangi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga sipil.
“Rencana Israel untuk memblokir INGO di Gaza berarti memblokir bantuan penyelamat nyawa. Uni Eropa sudah jelas: undang-undang pendaftaran LSM tidak dapat diterapkan dalam bentuknya saat ini. Semua hambatan terhadap akses kemanusiaan harus dicabut,” kata Lahbib.
Ia menambahkan bahwa hukum humaniter internasional tidak menyisakan ruang untuk penafsiran lain, dan bantuan kemanusiaan harus dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.
Meski kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu, Israel hingga kini masih menutup sebagian besar jalur perlintasan menuju Gaza. Penutupan tersebut menghambat masuknya bantuan, termasuk rumah prefabrikasi dan material rekonstruksi, sehingga memperparah krisis kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk Gaza.
Pejabat Palestina mencatat sedikitnya 414 orang tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan, di tengah keterbatasan akses bantuan dan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk.