Michael Hernandez
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump diperkirakan akan membolehkan dirilisnya sebuah memorandum kontroversial milik Partai Republik mengenai praktek pengawasan FBI, mengabaikan kekhawatiran biro itu mengenai akurasi.
Trump bakal memerintahkan Kongres pada Jumat bahwa dia menyetujui agar memo yang dipegang Komite Intelijen itu dirilis, kata seorang pejabat senior pada Kamis.
"Presiden menyetujui itu," kata pejabat tersebut. "Saya rasa dia tidak akan menyensornya karena akan jatuh ke tangan Kongres setelah itu."
Memo itu diduga membeberkan dengan detail sejumlah kesalahan yang dilakukan FBI dalam tahap awal investigasi terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016 dan dugaan kolusi oleh tim kampanye Trump.
FBI yang dikenal jarang membuat statemen publik itu pada Rabu tampil di hadapan umum untuk mengimbau agar dokumen itu tidak dirilis karena tidak memuat sejumlah informasi penting.
"Terkait memorandum itu, FBI tidak diberikan cukup waktu untuk meninjau memo itu sebelum komite memilih untuk merilisnya," kata biro penyelidik itu. "Kami memiliki sejumlah kekhawatiran mengenai beberapa hal yang tidak tercantum dan bisa mengubah maksud memo itu."
Pada Senin, Komite Intelijen mengambil suara untuk merilis dokumen rahasia itu yang menurut FBI dibuat sesuai hukum yang berlaku mengenai aktivitas pengawasan. Trump diberikan lima hari untuk menghentikan rilisnya memo itu.
Adam Schiff, anggota Partai Demokrat dalam komite itu, menuduh rekannya Devin Nunes "membuat perubahan" dalam dokumen itu sebelum mengirimnya ke Gedung Putih. Perubahan itu tidak dimasukkan dalam versi dokumen itu yang dipegang komite, kata Schiff.
Selama ini Trump bersikukuh tim kampanyenya tidak bekerja sama dengan Rusia dalam upayanya memenangkan kursi presiden. Beberapa pihak memandang rilis memo itu sebagai cara menyabotase investigasi khusus yang dilakukan Robert Mueller.
Pekan lalu, terungkap bahwa Mueller menginterogasi Jaksa Agung Jeff Session selama beberapa jam. Sessions merupakan figur pentolan dalam kampanye Trump.
Itu adalah pertama kalinya investigasi Mueller melibatkan pejabat tinggi dari kabinet Trump.
Sebelumnya, Sessions menarik dirinya dari proses investigasi. Langkah itu dilaporkan membuat Trump sangat marah.