Trump ancam tindakan keras jika Iran eksekusi demonstran
Presiden AS Donald Trump mengancam tindakan keras jika Iran mengeksekusi demonstran
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para demonstran terbukti benar, di tengah meningkatnya ketegangan akibat gelombang protes di negara tersebut.
Peringatan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa (14/1). Ia mengatakan belum menerima laporan resmi terkait rencana eksekusi dengan cara digantung, namun menegaskan Washington tidak akan tinggal diam jika hal tersebut terjadi.
“Saya belum mendengar soal penggantungan itu. Jika mereka menggantung para demonstran, Anda akan melihat sesuatu terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump.
Ketika ditanya mengenai tujuan akhir kebijakan AS terhadap Iran, Trump menjawab singkat bahwa targetnya adalah kemenangan. “Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul setelah ia mengunggah pesan di media sosial Truth Social yang berbunyi, “Bantuan sedang dalam perjalanan.” Ia kemudian menjelaskan bahwa bantuan tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk tekanan ekonomi.
Trump juga merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Ia menyebut serangan tersebut telah melumpuhkan kemampuan nuklir Teheran.
Dalam wawancara itu, Trump menyoroti tidak adanya data korban jiwa yang jelas dari protes yang sedang berlangsung di Iran. Menurutnya, belum ada pihak yang mampu memberikan angka pasti mengenai jumlah korban tewas.
“Jika mereka ingin mengizinkan protes, itu satu hal. Namun ketika mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang ada kabar soal penggantungan, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” ujar Trump.
Sementara itu, laporan Fox News yang mengutip organisasi nonpemerintah Iran berbasis di AS dan Norwegia menyebut keluarga seorang demonstran bernama Erfan Soltani telah diberi tahu bahwa pria berusia 26 tahun itu dijatuhi hukuman mati, yang dijadwalkan dieksekusi pada Rabu.
Di tengah situasi tersebut, Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat untuk Iran kembali mengeluarkan peringatan keamanan pada Selasa, yang meminta warga negara AS segera meninggalkan Iran karena kondisi keamanan yang terus memburuk.
“Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Türkiye atau Armenia, jika aman,” demikian peringatan tersebut.
Pemerintah AS juga mengingatkan bahwa warga negara dengan kewarganegaraan ganda AS-Iran wajib keluar dari Iran menggunakan paspor Iran. Teheran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka semata-mata sebagai warga negara Iran.
Dalam peringatan itu disebutkan bahwa menunjukkan paspor AS atau keterkaitan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan bagi otoritas Iran untuk melakukan penahanan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
