Wapres AS sebut tak ada peluang perang berkepanjangan di Timur Tengah
Wakil presiden menyatakan pendekatan diplomatik tetap menjadi pilihan utama dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir
ISTANBUL
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan tidak ada kemungkinan AS akan terlibat dalam perang berkepanjangan di Timur Tengah, meski Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan The Washington Post pada Kamis (27/2), Vance mengatakan dirinya belum mengetahui keputusan akhir Trump, dengan opsi yang dipertimbangkan berkisar dari tindakan militer “untuk memastikan Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir” hingga solusi diplomatik.
“Ide bahwa kita akan berada dalam perang di Timur Tengah selama bertahun-tahun tanpa akhir yang jelas, itu tidak akan terjadi,” ujar Vance.
Mantan marinir berusia 41 tahun yang pernah mengkritik Perang Irak itu menyebut dirinya sebagai “skeptis terhadap intervensi militer asing” dan menilai Trump juga memiliki pendekatan yang berhati-hati.
“Saya pikir kita semua lebih memilih opsi diplomatik,” katanya.
Vance juga menyinggung perdebatan internal Partai Republik terkait kebijakan AS di Timur Tengah, termasuk sikap terhadap Israel, serta menekankan pentingnya diskusi terbuka.
Menanggapi wawancara terbaru antara mantan pembawa acara Fox News Tucker Carlson dan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, Vance mengatakan percakapan semacam itu penting bagi kalangan konservatif, tidak hanya untuk beberapa tahun ke depan tetapi juga dalam jangka panjang.
Sementara itu, perundingan antara AS dan Iran berlanjut pada Kamis di Jenewa, Swiss, di tengah pengerahan pasukan AS terbesar di Timur Tengah sejak sebelum Perang Irak.
Trump sebelumnya secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap perubahan rezim di Iran dan menyebut hal itu sebagai “hal terbaik yang bisa terjadi.”
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
