Muhammad Abdullah Azzam
06 Juni 2020•Update: 06 Juni 2020
Walid Abdullah, Ali Semerci
TRIPOLI/ISTANBUL
Tentara Libya pada Jumat berhasil membebaskan kota Tarhuna yang strategis, benteng terakhir Jenderal Khalifa Haftar di Libya barat.
"Pasukan kami menyisir kota karena tak ada perlawanan dari milisi Haftar setelah mereka ditarik dari sana," ungkap Mustafa al-Majei, juru bicara Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Berapi Kemarahan), kepada Anadolu Agency.
Al-Majei menambahkan bahwa "setelah melakukan penyisiran di Tarhuna, kami akan mengaktifkan badan keamanan nasional di kota."
Tarhuna adalah tempat strategis utama untuk jalur pasokan milisi Haftar dari pangkalan udara Al-Jufra.
Tentara Libya pada Kamis mengumumkan pembebasan lengkap ibu kota Tripoli, lantas pasukannya bergerak untuk membebaskan Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.
Kemudian pada hari itu, pasukan pemerintah mengambil kendali atas distrik Al-Urban di selatan kota Gharyan, ungkap Youssef Ibderi, walikota distrik kepada Anadolu Agency.
Distrik Al-Urban dikenal sebagai salah satu daerah terpenting bagi milisi Haftar di Tripoli selatan.
Pemerintah Libya melancarkan Operasi Perdamaian Badai pada Maret untuk melawan serangan terhadap ibu kota, dan baru-baru ini tentara Libyamenyelamatkan tempat-tempat strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya dari pasukan Haftar.
Pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar.