Hosni Nadim
21 Oktober 2024•Update: 24 Oktober 2024
GAZA, Palestina
Tentara Israel pada Minggu melancarkan serangan besar-besaran di utara Jalur Gaza, dengan menghancurkan rumah-rumah dan tempat pengungsian di daerah itu, kata Lembaga Pertahanan Sipil Gaza.
Juru bicara lembaga tersebut Mahmoud Bassal mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan Israel bertujuan untuk menggusur penduduk dari utara Gaza dan mengosongkan area bangunannya.
Bassal mengatakan apa yang terjadi di Jabalia merupakan "pembersihan etnis dan penghancuran semua kehidupan" di tengah meningkatnya pemboman Israel terhadap puluhan rumah di Jabalia, Beit Lahia, dan Beit Hanoun.
“Mayat puluhan martir masih berada di bawah reruntuhan akibat pemboman Israel yang gencar di wilayah utara, yang memperburuk bencana kemanusiaan di wilayah tersebut,” kata Bassal.
Tentara Israel terus melancarkan serangan besar-besaran di utara Gaza, yang kini memasuki hari ke-16, di tengah pengepungan yang menyesakkan di wilayah tersebut.
Ini adalah tahap terbaru dalam serangan brutal Israel yang telah menewaskan lebih dari 42.600 orang, sebagian besar di antaranya wanita dan anak-anak. Serangan Israel juga telah melukai 99.800 lainnya sejak Oktober tahun lalu.
Perang Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.