Esra Tekin
18 Oktober 2024•Update: 23 Oktober 2024
ISTANBUL
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan memperingatkan bahwa Turkiye dan kawasan harus bersiap-siap menghadapi potensi perang antara Israel dan Iran karena kemungkinan terjadinya perang itu besar.
"Perang antara Israel dan Iran perlu dianggap sebagai kemungkinan yang tinggi," kata Fidan dalam sebuah program televisi.
“Saya yakin bahwa menilai hal ini sebagai kemungkinan yang tinggi oleh negara-negara regional akan menjadi langkah yang paling bijaksana, karena kita perlu bersiap untuk skenario seperti itu, baik sebagai negara maupun sebagai kawasan.
Penyebaran ini tentu saja bukan jenis perluasan yang kita inginkan. Sifat perang yang meluas di kawasan tersebut dan pemicu ketidakstabilan di kawasan bukanlah yang kita inginkan,” imbuh dia.
Turkiye tidak mendukung "konflik apa pun dengan Iran yang dapat meningkat menjadi perang," kata Fidan, sambil menambahkan bahwa Ankara sepenuhnya menentang konflik tersebut.
Fidan menekankan bahwa Teheran memiliki hak untuk membela diri jika Iran menggunakan hak tersebut.
"Oleh karena itu, kami sama sekali tidak mendukung perseteruan apa pun dengan Iran yang dapat meningkat menjadi perang. Kami sepenuhnya menentang hal ini; Namun, di sisi lain, jika Iran menggunakan haknya untuk membela diri secara sah, tentu saja itu adalah haknya sendiri," ujar dia.
Membahas kebijakan luar negeri dan keamanan Turkiye, Fidan mengatakan Turkiye tidak “mengincar sejengkal pun wilayah siapa pun dan justru malah ingin menjalin hubungan lebih “melalui pembangunan regional, stabilitas, dan kemakmuran.”
Menlu Fidan menunjukkan persaingan antara China dan AS akan meningkat, merujuk pada persaingan ekonomi antara kedua negara.
Ankara tunggu konfirmasi kematian kepala biro politik Hamas
Terkait klaim mengenai kematian kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar, Fidan mengatakan bahwa Ankara sedang menunggu konfirmasi dari Hamas, dan dia menambahkan bahwa belum ada pernyataan bantahan yang diterima.
“Gaza sayangnya telah berubah menjadi kuburan terbuka tempat ribuan orang tak berdosa terbunuh dan menjadi sasaran genosida,” kata Fidan.
Turki desak AS akhiri kerja sama dengan kelompok teroris
Fidan mengatakan Ankara secara konsisten telah mengirim pesan ke Washington untuk mendesak mereka mengakhiri kerja sama dengan kelompok teroris PKK, dan menekankan bahwa kerja sama semacam itu tidak menguntungkan siapa pun.
Dia mengatakan kepekaan Turkiye terhadap masalah ini sekarang masih sama.
Fidan menyampaikan harapan bahwa AS, Inggris dan negara-negara lain akan meninggalkan hubungan dengan PKK di Suriah dan Irak.