Emel Oz Gozellik
COLOMBO
Lima belas orang tewas pada Sabtu setelah pertempuran bersenjata antara polisi dan gerilyawan meletus di pantai timur Sri Lanka, lapor media setempat.
Jasad 15 orang, termasuk enam anak-anak, ditemukan setelah penggerebekan polisi di sebuah rumah di kota Sainthamaruthu timur.
Para militan meledakkan diri mereka dan tiga dari mereka terluka dalam serangan itu, menurut pasukan keamanan.
Militan juga diyakini terkait dengan pemboman gereja minggu lalu.
Pada Minggu Paskah, sebanyak delapan bom meledak di delapan lokasi berbeda di dan di luar Kolombo, ibu kota Sri Lanka.
Delapan ledakan serentak yang menargetkan gereja dan hotel di dan luar ibu kota Kolombo menewaskan setidaknya 253 orang pada Minggu Paskah.
Serangan bom itu menghantam gereja-gereja di Kota Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa, serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand, dan Shangri La di Kolombo.
Serangan bom bensin menyusul terjadi di sebuah masjid di sebelah barat laut Distrik Puttalum dan pembakaran dua toko milik Muslim di Distrik Kalutara pada Minggu malam, menurut laporan polisi.
Sri Lanka telah menyatakan 23 April sebagai hari berkabung nasional.
Sebagian besar korban adalah orang Sri Lanka, meskipun pihak berwenang mengatakan setidaknya 38 orang asing juga tewas.
Mereka termasuk dua warga negara Turki, selain turis dari Inggris, AS, Australia, India, Cina, Denmark, Belanda dan Portugal.
Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.