Muhammad Abdullah Azzam
06 Agustus 2019•Update: 07 Agustus 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Rezim Bashar al-Assad di Suriah hingga kini masih terus melancarkan serangan ke wilayah permukiman warga di Zona De-eskalasi Idlib.
Pasukan rezim dan sekutunya melancarkan serangan darat dan udara ke wilayah permukiman sipil ke distrik Khan Sheikhun, Marratinnuman, Marratinnuman di Idlib serta desa Kefer Zita, distrik Latamina dan Morik di utara Provinsi Hama.
Menurut informasi yang diterima dari organisasi pertahanan sipil Helm Putih, setidaknya empat warga sipil tewas dalam serangan udara di distrik Morik tadi malam.
Serangan udara terhadap sipil di wilayah tersebut masih terus berlanjut secara intens, dikhawatirkan jumlah korban jiwa dapat meningkat.
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) mengumumkan sebanyak 781 warga sipil tewas dalam serangan rezim Assad dan pendukungnya, Rusia terhadap permukiman di Zona De-eskalasi Idlib pada 26 April-27 Juli.
September lalu Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, rezim Suriah dan sekutu-sekutunya secara konsisten melanggar ketentuan gencatan senjata, dan sering melancarkan serangan di dalam zona de-eskalasi.
Saat ini Zona de-eskalasi dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang yang dipindahkan pasukan rezim dari kota-kota mereka selama beberapa tahun terakhir.
Suriah masuk dalam konflik yang menghancurkan, sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran dengan tingkat keganasan yang tak terduga.