Hassan Isilow
15 Desember 2018•Update: 16 Desember 2018
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Presiden Rwanda mengatakan bahwa negaranya telah menghadapi sejumlah provokasi dari negara tetangga, Burundi, yang mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua negara kecil itu mencapai titik terendah.
“Kami menghadapi segala jenis provokasi dari Burundi. Kami menolak kalah karena itu akan memberikan apa yang mereka inginkan, untuk membuktikan pandangan bahwa mereka tidak punya masalah lain kecuali Rwanda,” kata Paul Kagame dalam sebuah pernyataan tertulis.
Pernyataan Kagame dirilis hampir dua pekan setelah Presiden Burundi Pierre Nkurunziza menulis surat untuk ketua Komunitas Afrika Timur sekaligus Presiden Uganda Yoweri Museveni, dengan menuding Rwanda menyembunyikan para pembelot Burundi.
Dalam surat itu, Nkurunziza mengklaim bahwa Rwanda membantu percobaan kudeta pada 2015.
Rwanda menampik klaim itu, kemudian balik menuding Burundi telah menyembunyikan para pemberontak yang ingin mengacaukan Rwanda, yang mengalami genosida pada 1994.
Pekan ini, Kagame memperingatkan bahwa dia akan menindak tegas musuh-musuh negaranya.
Hingga saat ini pemerintah Burundi belum menanggapi peringatan Kagame.