Presiden Meksiko: Pasukan AS tidak terlibat dalam operasi tewaskan pemimpin kartel
Pemerintah Meksiko menyatakan operasi sepenuhnya dilakukan pasukan federal dengan dukungan intelijen dari AS
MEXICO CITY
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam operasi militer yang menewaskan pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”.
Dalam konferensi pers, Senin (24/2), Sheinbaum menyatakan seluruh operasi dilakukan oleh pasukan federal Meksiko, sementara AS hanya memberikan dukungan berupa berbagi informasi intelijen.
“Semua operasi dilakukan oleh pasukan federal. Tidak ada partisipasi pasukan Amerika Serikat dalam operasi tersebut. Yang ada adalah pertukaran informasi secara luas,” ujar Sheinbaum.
El Mencho tewas pada Minggu dalam operasi di wilayah pegunungan Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Ia sebelumnya menjadi target buruan otoritas Meksiko dan AS atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba dan pencucian uang.
Sheinbaum mengatakan operasi tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan oleh aparat keamanan dan intelijen Meksiko. Menurutnya, informasi tambahan dari pemerintah AS turut membantu memperkuat data yang telah dikumpulkan.
Menteri Pertahanan Meksiko Jenderal Ricardo Trevilla Trejo menjelaskan bahwa aparat berhasil melacak keberadaan Oseguera setelah menjalin kontak dengan salah satu pasangan dekatnya yang mengonfirmasi lokasi persembunyiannya pada 21 Februari.
Target awal operasi adalah menangkap Oseguera, namun ia tewas setelah pengawalnya melakukan perlawanan bersenjata terhadap pasukan keamanan.
Otoritas Meksiko menyebut Komando Utara AS dan INTERPOL termasuk pihak yang memberikan kontribusi intelijen, tetapi tidak ada kekuatan asing yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan operasi.
Pada Senin, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko mengonfirmasi identitas Oseguera melalui analisis forensik dan uji DNA.
Setelah kabar kematiannya tersebar, terjadi gelombang kekerasan di sejumlah wilayah. Otoritas keamanan melaporkan sedikitnya 252 blokade jalan di 20 negara bagian, pembakaran bisnis, serta bentrokan dengan aparat.
Menurut Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga Omar Garcia Harfuch, tercatat 27 serangan terhadap aparat setelah operasi tersebut. Secara keseluruhan, 34 anggota kartel dilaporkan tewas dan 70 orang ditangkap.
Di pihak aparat, 25 anggota Garda Nasional dan satu tentara dilaporkan tewas.
Sheinbaum menegaskan situasi kini telah sepenuhnya terkendali.
“Keadaan sudah tenang dan terkendali. Semua pasukan federal terkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh negara bagian,” katanya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
