Muhammad Abdullah Azzam
23 September 2019•Update: 24 September 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani akan mengumumkan rencana mereka untuk menciptakan keamanan di Teluk Persia dan pihaknya mengundang semua negara di kawasan itu untuk berpartisipasi dalam rencana tersebut.
Sebelum bertolak ke New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-74, Rouhani membuat sejumlah pernyataan pada konferensi pers di Bandara Teheran.
Rouhani mengungkapkan pihaknya akan mempresentasikan rencana perdamaian berjudul “Inisiatif Perdamaian Hormuz" yang akan mendorong kerja sama kolektif dan upaya mendirikan keamanan di Teluk Persia pada rapat PBB nanti.
Rouhani mengatakan meski masalah keamanan adalah tujuan utamanya, namun rencana itu juga akan mencakup masalah ekonomi dan lainnya.
“Dengan rencana ini, Iran akan mengumumkan kepada dunia bahwa mereka menginginkan perdamaian jangka panjang di kawasan ini," tutur Rouhani.
Menurut Rouhani, pihak asing tidak pernah bisa membawa keamanan dan perdamaian ke wilayah tersebut.
Dia menuturkan soal tudingan terhadap negaranya terkait serangan ke dua fasilitas Saudi Aramco menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki tujuan lain untuk kawasan itu.
Serangan terhadap Aramco adalah balasan dari intervensi Amerika Serikat (AS), Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman.
Bila negara-negara tersebut tak menyerang Yaman maka tidak akan ada serangan balasan terhadap negara tersebut, ujar Rouhani.
“AS sepenuhnya ingin menguasai minyak di timur Arab Saudi. Tentu saja, pertarungan ini bukan berkaitan dengan kita. Ini adalah pertarungan antara AS dengan China dan lainnya. AS dan sekutunya menyalahgunakan peluang ini,” ujar dia.
Rouhani menuturkan AS menciptakan berbagai alasan untuk mempertahankan keberadaannya di wilayah itu.