03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Masyarakat Arab Saudi segera menikmati kelezatan kuliner Indonesia. Salah satu bumbu masak penting, produksi PT Sasa Inti akan mengisi gerai-gerai makanan minuman di negara Petrodolar tersebut, demikian dikatakan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, M Hery Saripudin.
PT Sasa melakukan ekspor bumbu masak perdana senilai USD 13.200, berupa tepung bumbu ala Kentucky ayam krispy, tepung bakwan, tepung pisang goreng, kaldu ayam, dan kaldu sapi. “Baru satu container, tapi kami harap bisa ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan nilai ekspor nonmigas ke Arab,” jelasnya.
Lima jenis bumbu tersebut sudah lolos dari pemeriksaan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). PT Sasa Inti bekerjasama dengan perusahaan Sami Al-Kathiri, importir makanan dan minuman Indonesia.
Lima tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia dengan kode HS-21 (Miscellaneous edible preparations) termasuk bumbu masak terus meningkat. Dua tahun terakhir, yaitu 2015 mengirim produk senilai USD 14,4 juta dan 2016 senilai USD 15,7 juta.
Namun Indonesia baru tercatat sebagai negara pengeksport ke-22 produk HS-21 di negara tersebut, kalah dengan Irlandia (USD 369,5 juta), Amerika Serikat (USD 129,5 juta), Uni Emirat Arab (USD 118,5 juta), Mesir (USD 77,6 juta), dan Denmark (USD 72,5 juta).
“Potensinya besar, tinggal pengusaha Indonesia yang terus berupaya memasukan produk ke Arab Saudi,” ujarnya.
Sebelum memasukan bumbu masak, Indonesia juga mengekspor biscuit produk PT Monde Mahkota Biskuit ke Arab Saudi senilai USD 19.575 atau Rp261,13 juta. Diferensiasi produk yang masuk ke negara tersebut, diharapkan berkontribusi pada neraca perdangagan non migas ke negara tersebut.