Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
27 Januari 2020•Update: 27 Januari 2020
Cindi Cook
PARIS
Pemerintah Prancis mengumumkan akan memulangkan ratusan warganya dari Wuhan, China, yang menjadi pusat penyebaran wabah virus korona yang telah menewaskan lebih dari 50 orang sejauh ini dan menginfeksi ribuan lainnya.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Agnes Buzyn pada Minggu.
Saat ini virus mematikan itu telah merenggut lebih dari 50 nyawa.
Sekitar 688 kasus baru telah dilaporkan selama 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 1.975 kasus di seluruh penjuru China.
Pemerintah Prancis mengadakan pertemuan pada Minggu di Matignon, kediaman resmi perdana menteri, untuk membahas repatriasi warga negara Perancis yang tinggal di Wuhan.
Buzyn mengatakan pemulangan itu akan dilakukan pada pertengahan minggu ini dan tim ahli kesehatan siap menunggu untuk merawat mereka ketika mendarat.
Mereka akan dikarantina di ruang tunggu selama 14 hari untuk menghindari kemungkinan penularan.
Tiga orang jatuh sakit ketika kembali ke Prancis dari Tiongkok minggu lalu, kata Buzyn,
Menteri kesehatan menambahkan bahwa tiga orang jatuh sakit setelah kembali ke Prancis dari China pekan lalu, dua di Paris dan satu di Bordeaux.
"Mereka masih di rumah sakit. Enam kasus baru sedang menunggu pengujian lebih lanjut," kata Buzyn.
Produsen mobil Prancis Groupe PSA juga akan mengevakuasi karyawan dan keluarganya dari Wuhan dan akan mengkarantina mereka di sebuah kota yang dirahasiakan.
Tim dokter dan ahli medis lainnya telah bertemu dengan warga yang kembali dari China di Bandara Charles de Gaulle Prancis untuk melakukan pengujian terhadap tanda-tanda virus dan mencegah kemungkinan penyebarannya.