Alyssa McMurtry
10 Januari 2023•Update: 12 Januari 2023
OVIEDO, Spanyol
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Senin memperingatkan tentang bahaya "gerakan ekstremis" setelah ribuan pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro menggerebek Kongres Brasil dan kantor kepresidenan.
“Berita dari Brasil mengingatkan kita bahwa ancaman terbesar bagi demokrasi, perdamaian dan kemakmuran di seluruh dunia – dari utara ke selatan, timur ke barat – adalah kebangkitan gerakan ekstremis yang ingin menghancurkan segalanya,” kata Sanchez pada konferensi duta besar di Madrid.
Perdana Menteri Spanyol menolak metode gerakan “ekstremis” ini, yang menurutnya mengikuti pola yang sama persis di negara demi negara.
“Pertama, penggunaan kebohongan secara sistematis untuk mendapatkan lebih banyak pengikut. Kedua, menggunakan hinaan dan kekerasan verbal untuk meracuni masyarakat yang harmonis dan terakhir, serangan terhadap institusi demokrasi dan legalitas demokrasi,” ujar dia.
Sanchez berpendapat bahwa nilai-nilai seperti demokrasi, kesetaraan gender, dan hukum internasional adalah “penangkal terbaik” untuk “fenomena menjijikkan” yang memicu serangan terhadap Washington dan Brasilia.
Sanchez menekankan dukungannya untuk Presiden Brasil Lula da Silva dan mengatakan Spanyol akan terus mempromosikan nilai-nilai demokrasi dengan kegiatan kebijakan luar negeri yang “intens” pada tahun 2023.
Pada paruh kedua tahun ini, Spanyol akan menjadi presiden Dewan Uni Eropa.