Alyssa McMurtry
MADRID
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengecam keras aksi politikus separatis Catalunya dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung pada Kamis. Pada kesempatan itu, dia mengatakan Spanyol akan mencegah agar referendum kemerdekaan yang direncanakan tidak terjadi.
Madrid dan Barcelona saling bentrok, dengan pemerintahan Catalunya yang berencana mengadakan referendum pada 1 Oktober.
Kemarin mereka menjelaskan detail pemungutan suara, yang kata Rajoy adalah "ilegal".
"Referendum itu tidak akan terjadi dalam rangka apapun," kata Rajoy dalam pidatonya yang berdurasi 20 menit itu. "Kita akan menunjukkan bahwa sistem demokrasi Spanyol, yang bebas dan beragam, bisa menahan diri dari musuh yang tidak menyukai hidup berdampingan."
Rajoy juga mengumumkan pemerintahannya telah meminta Mahkamah Konstitusi Spanyol membatalkan hukum yang disahkan Catalunya pada Rabu. Dia mengambarkan ketegangan di parlemen Catalunya sebagai "kudeta terbesar dalam sejarah Catalonia".
Itu merupakan "ketidakpatuhan yang tidak bisa diterima," tambahnya.
Mahkamah Konstitusi Spanyol, yang sudah menangguhkan sejumlah RUU lain terkait perpisahan Barcelona, mengumumkan mereka akan mempelajari permintaan pemerintah hari ini.
Dalam sebuah pengaduan resmi, pemerintah meminta pengadilan menyampaikan kepada mereka yang mengurus referendum dan semua walikota Catalunya agar mengikuti kewajiban mereka mematuhi hukum, dan menghadapi hukumannya bila melanggar.
"Apa yang tidak legal juga tidak demokratis," tekan Rajoy, mengingatkan konstitusi Spanyol melarang pemilu kemerdekaan jenis ini. Namun dia juga membuka kesempatan untuk negosiasi.
"Konstitusi bisa diubah menurut hukum, tapi tidak dengan ketidakpatuhan," katanya.
Sementara itu parlemen Catalonia menantang dengan mengatakan bertekad mengumumkan RUU lainnya yang kontroversial. RUU itu akan menjelaskan apa yang akan terjadi setelah referendum bila sebagian besar pemberi suara memilih untuk berpisah dari Spanyol.