Rıskı Ramadhan
28 Februari 2018•Update: 01 Maret 2018
Mohammad Murad Ahmad Abed dan Zeynep Tüfekçi
BEIRUT
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada Rabu dilaporkan bertolak ke Arab Saudi setelah menerima undangan dari Raja Salman bin Abdul Aziz, dilansir dari kantor berita resmi Lebanon NNA.
Selama di Arab Saudi, Hariri diperkirakan akan bertemu dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Belum ada informasi mengenai durasi kunjungan dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan-pertemuan di sana.
Sebelumnya, PM Hariri menyatakan akan memenuhi undangan dari Arab Saudi untuk mengunjungi negara tersebut dalam waktu dekat.
Pada 4 November 2017, Hariri menyatakan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon saat berada di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pidato pengunduran dirinya, Hariri mengatakan, "Hizbullah dan Iran mengguncang kawasan".
Hariri juga menyatakan kekhawatiran akan adanya rencana pembunuhan terhadap dirinya.
Menyusul pernyataan tersebut, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, “Kami khawatir dengan kondisi yang dialami Hariri saat ini. Dia harus kembali ke Lebanon dan menjelaskan alasan pengunduran dirinya. Jika itu tidak dilakukan, pengunduran dirinya tidak berlaku.”
Pada 21 November, 17 hari setelah menyatakan mengundurkan diri, Hariri kembali ke Lebanon dan menyatakan menunda keputusan tersebut.
“Saya telah membahas masalah pengunduran diri dengan Presiden Aoun. Aoun meminta saya menunda pengunduran diri dan berkonsultasi lebih banyak mengenai masalah ini. Saya menerima permintaan Aoun,” ujar dia.
Pernyataan pejabat Lebanon bahwa Hariri ditahan dan dipaksa mengundurkan diri di Arab Saudi membawa dampak negatif terhadap hubungan kedua negara.