Muhammad Abdullah Azzam
18 Desember 2020•Update: 18 Desember 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Kamis membahas perkembangan terkait dialog politik intra-Libya dengan jenderal Khalifa Haftar di Benghazi.
Menurut kantor media yang pro-Haftar, Haftar mengapresiasi "peran pemerintah Italia dalam mendukung solusi untuk krisis Libya."
Namun, media itu tidak memberikan pernyataan apapun terkait pejabat Italia yang mendampingi Conte dalam kunjungannya ke Benghazi.
Menyusul kunjungan singkat tersebut, Kementerian Luar Negeri Italia mengungkapkan bahwa 18 nelayan Italia yang dipenjara di Libya selama tiga bulan oleh milisi Haftar kini telah dibebaskan.
Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio berterima kasih kepada intelijen dan tim diplomatik Italia karena "telah bekerja untuk membawa mereka kembali" ke Italia.
Di Maio juga menekankan dukungan Italia untuk proses stabilisasi di Libya, dengan mengatakan "inilah yang telah saya dan Perdana Menteri Giuseppe Conte tegaskan kepada Haftar selama pertemuan kami di Benghazi."
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah Kesepakatan Nasional didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan yang setia kepada Haftar.
Haftar melancarkan serangan gencar terhadap ibu kota Tripoli pada April 2019 tetapi setelah itu telah dipukul mundur kembali.
Gencatan senjata disepakati pada akhir Oktober, dan negosiasi untuk pemerintahan sementara sebelum pemilihan presiden dan parlemen pada 24 Desember 2021 terus berlanjut.