Maria Elisa Hospita
28 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Perdana Menteri Inggris meminta Ratu Elizabeth II untuk meliburkan parlemen selama satu bulan menjelang Brexit.
Dalam sebuah surat yang dikirimkan Boris Johnson kepada anggota parlemen pada Rabu, dia memberi tahu bahwa dia telah mengajukan permohonan ke sang ratu untuk menangguhkan kegiatan parlemen pada 9 September - 14 Oktober.
Jika ratu menerima usulan Johnson, anggota parlemen akan memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mengesahkan undang-undang yang bertujuan mencegah terjadinya Brexit tanpa kesepakatan.
Untuk mencegah hal itu, partai-partai oposisi pun kini melanjutkan negosiasi.
Johnson telah menegaskan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, dengan atau tanpa kesepakatan.
Parlemen Inggris berulang kali menolak kesepakatan Brexit yang diusulkan oleh perdana menteri sebelumnya, Theresa May.