Chandni
21 November 2017•Update: 22 November 2017
LONDON
Komisi Elektoral Inggris membuka investigasi terhadap kampanye "Vote Leave", yaitu kubu pro-perpisahan Inggris dari Uni Eropa pada referendum Juni 2016 lalu.
Penyelidikan itu akan meneliti apakah tim Vote Leave melanggar peraturan finansial kampanye, khususnya menyoroti pembayaran £625,000 (sekitar USD827,000) kepada sebuah agensi digital dan £100,000 (sekitar USD132,285) kepada sebuah kelompok anti-Uni Eropa bernama Veterans for Britain.
Komisi itu mengatakan memiliki cukup bukti untuk membuka investigasi. Bob Posner, direktur keuangan dan kebijakan politik di badan pengawas itu, mengatakan memiliki beberapa pertanyaan mengenai sumber keuangan yang "mengancam kepercayaan pemilih terhadap referendum itu".
"Ada minat publik yang cukup besar mengenai pengeluaran Vote Leave dalam kampanye kemarin, karena mereka merupakan kelompok pro-Brexit yang mengeluarkan dana paling banyak," jelas Posner.
Komisi Elektoral juga akan menyelidiki aktifitas finansial kelompok Leave.EU, yang dikepalai Nigel Farage, mantai ketua Partai Kebebasan Inggris (UKIP), dan pendonor Arron Banks.
Sebuah penyelidikan juga meneliti pengeluaran kampanye anti-Brexit oleh kelompok Britain Stronger in Europe.
Referendum kontroversial Juni lalu memaksa penduduk Inggris memilih antara tinggal atau keluar dari Uni Eropa. Inggris masih mendiskusikan syarat-syarat tertentu sebelum diperkirakan meninggalkan UE pada Maret 2019.