Maria Elisa Hospita
03 Maret 2018•Update: 04 Maret 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Jumat menyatakan bahwa Inggris akan memiliki akses terbatas ke pasar tunggal setelah meninggalkan Uni Eropa.
Saat berpidato di Mansion House di pusat London yang disiarkan di Sky News, May memaparkan strategi terbarunya untuk negosiasi Brexit yang akan datang.
"Kami akan meninggalkan pasar tunggal. Dalam beberapa hal, akses Inggris ke pasar blok akan semakin terbatas. Bagaimana struktur hak dan kewajiban Uni Eropa bisa berjalan dengan baik, jika Inggris - atau negara manapun - diizinkan untuk menikmati semua keuntungan tanpa menunaikan semua kewajibannya?" tegas May.
May juga mengatakan bahwa Inggris akan mengupayakan "pengaturan kepabeanan", yang menyiratkan bahwa Inggris juga akan meninggalkan Serikat Pabean.
"Jika kita menginginkan akses lancar ke pasar masing-masing negara, maka itu harus berlaku secara adil. Sama halnya dengan kesepakatan dagang, kita harus tetap berkomitmen. Bahkan setelah kami meninggalkan yurisdiksi ECJ [Pengadilan Tinggi Eropa], undang-undang Uni Eropa dan keputusan ECJ akan terus mempengaruhi kami," jelas dia.
Mengenai masalah perbatasan antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia, May sekali lagi menegaskan komitmennya untuk tidak memiliki perbatasan keras setelah Brexit.
PM Inggris mengungkapkan keinginannya agar Inggris bisa terus ambil bagian dalam penyelenggaraan badan-badan Uni Eropa, seperti European Medicines Agency dan European Chemicals Agency.
"Tentu saja kami akan tetap mematuhi peraturan mereka dan memberikan kontribusi keuangan yang sesuai. Jadi, pesan saya untuk rekan-rekan Eropa sudah cukup jelas. Kami tahu apa yang kami inginkan. Kami mengerti prinsip Anda. Mari lanjutkan!" tambah May.
Uni Eropa akan menetapkan pedoman negosiasinya sendiri untuk kesepakatan perdagangan pasca-Brexit yang digelar pekan depan.