Rıskı Ramadhan
03 Juni 2018•Update: 04 Juni 2018
Ayse Yildiz
ANTALYA, Turki
Menteri luar negeri Turki mengatakan bahwa peta jalan terkait isu Manbij di Suriah akan diumumkan setelah negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Washington pada 4 Juni besok.
Mevlut Cavusoglu mengatakan pertemuan itu akan fokus pada penarikan YPG --kelompok teror yang berafiliasi dengan PKK-- dan stabilitas regional di kawasan itu.
"Siapa yang akan memerintah di sini [Manbij] hingga solusi politik tercapai di negara ini? Siapa yang akan bertanggung jawab atas keamanan? Aksi dan keputusan bersama dengan AS tentang masalah ini adalah kerangka dasar dari peta jalan ini," kata Cavusoglu saat berbicara kepada wartawan di Antalya, Turki.
Dia mengatakan, jika terlaksana dengan sukses, pola Manbij juga akan berlaku di kota-kota lain yang dikuasai YPG di Suriah.
"Kita harus menstabilkan wilayah-wilayah ini," kata Cavusoglu menambahkan bahwa ada ratusan ribu orang Kurdi yang harus melarikan diri dari penganiayaan YPG.
-- Peta jalan
Jika kesepakatan akhir disepakati pada 4 Juni, teroris YPG/PKK akan meninggalkan Manbij pada tanggal yang akan ditentukan di Washington.
Pada tahap kedua yang diperkirakan akan dimulai 45 hari setelah 4 Juni, otoritas militer serta intelijen Turki dan AS akan memulai inspeksi gabungan di Manbij.
Bagian dari tahap ketiga adalah pembentukan pemerintahan lokal di Manbij dalam 60 hari setelah 4 Juni.
Dewan militer yang bertanggung jawab atas keamanan dan dewan lokal yang bertanggung jawab atas layanan kota akan dibentuk dengan mempertimbangkan etnis masyarakat di sana.
Setelah kunjungan mantan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson ke Ankara pada Februari lalu, Turki dan AS membentuk mekanisme dengan kelompok kerja untuk mengatasi masalah-masalah, termasuk stabilisasi Manbij dan pencegahan bentrokan yang tak diinginkan.
Pertemuan pertama kelompok kerja soal Suriah sebelumnya diadakan di Washington pada 8-9 Maret lalu.
Dukungan militer AS untuk kelompok teroris di Manbij telah menyebabkan ketegangan antara Ankara dan Washington, serta menyebabkan kekhawatiran bentrokan militer antara kedua sekutu NATO, karena ada sekitar 2.000 pasukan AS di kota itu.
Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun ke daerah Afrin di barat laut Suriah, dengan tujuan membasmi kelompok-kelompok teroris dari daerah itu.
Setelah berhasil membebaskan kota Afrin dari teroris pada Maret lalu, Ankara menyatakan dapat memperluas operasinya ke timur ke Manbij apabila kelompok teroris YPG/PKK tidak meninggalkan kota itu.