Maria Elisa Hospita
16 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Hakan Copur
WASHINGTON
Turki dan Amerika Serikat (AS) masih mengupayakan stabilisasi Manbij, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert, Kamis.
Menurut Nauert, kedua negara merasa masih banyak yang perlu untuk dibahas.
“Kami masih berusaha mencapai kesepakatan dengan Turki, dan kami belum selesai berdiskusi dengan mereka," jelas dia.
Selama kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Turki pada 15-16 Februari, tiga mekanisme berhasil dicapai antara Ankara dan Washington, di antaranya menormalisasi hubungan bilateral, dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan Suriah, Organisasi Teroris Fetullah (FETO), dan Irak.
Jumat lalu, Turki dan AS membahas permintaan Turki untuk mengusir teroris YPG/PKK dari Manbij, yang terletak di sebelah barat Sungai Efrat, di utara Suriah, dalam sebuah pertemuan antara tiga komite teknis.
AS telah menyokong SDF, yang dianggap Ankara sebagai cabang organisasi teror PKK di Suriah, yang telah berperang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun hingga menewaskan puluhan ribu jiwa.
Dukungan AS terhadap kelompok teror tersebut memicu kerenggangan dalam hubungan keduanya, karena Washington memandang SDF sebagai "mitra terpercaya" dalam perjuangannya melawan Daesh, dan terus mempersenjatainya meskipun ditentang keras oleh Turki.