Maria Elisa Hospita
03 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
WASHINGTON
Pembahasan mengenai Manbij, Suriah, tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Turki, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakannya secara terbuka, kata Menteri Pertahanan AS James Mattis, Jumat.
"Saya tidak akan membicarakan hal itu sekarang. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakanya," ujar Mattis dalam konferensi pers.
Hal itu merujuk pada rencana Turki untuk meluncurkan operasi militer di Manbij sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun. Kota strategis tersebut terletak di timur laut Aleppo, tepat di sebelah selatan perbatasan Turki.
Mattis mengatakan bahwa membicarakan tentang Manbij secara terbuka dapat mempersulit situasi. "Saya hanya bisa mengatakan bahwa diskusi ini terus berlangsung," tambah dia.
Washington telah menunjukkan kekhawatiran mereka atas keselamatan sekitar 2.000 pasukan AS di Manbij di tengah operasi antiteror Turki yang sedang berlangsung di timur laut Suriah. Washington bahkan menyebut operasi di Afrin sebagai "gangguan" dalam perang melawan Daesh.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun sejak 20 Januari untuk mengempur teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin.
Menurut Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, dalam serangan lintas batas, PYD / PKK telah menargetkan warga sipil hingga menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan 100 lebih luka-luka karena terkena peluru mortir, artileri, dan rudal.
Selain keamanan perbatasan, Staf Militer Turki mengatakan operasi ini bertujuan untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Setelah operasi Afrin, Turki berencana untuk memberantas teroris PYD/PKK dari Manbij dan beberapa daerah lainnya.
Sementara itu, AS terus memberikan dukungan ke PYD / PKK, yang dianggap Ankara sebagai cabang organisasi teror PKK di Suriah, yang telah berperang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.
PYD / PKK adalah cabang PKK di Suriah, yang didaftarkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
Dukungan AS untuk kelompok teror tersebut telah lama diprotes Ankara, karena Washington memandang PYD / PKK sebagai "mitra terpercaya" dalam perjuangan melawan Daesh, bahkan terus menerus mempersenjatai mereka