Rıskı Ramadhan
28 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WAHINGTON
Keberadaan kelompok teroris PKK di distrik Sinjar di Irak Utara merupakan ancaman bagi Turki, kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis pada Selasa.
"Ada ancaman PKK terhadap Turki di Sinjar yang terletak tepat di seberang perbatasan di Irak Utara," kata Mattis kepada wartawan di Pentagon.
Dia berujar bahwa AS mengakui PKK sebagai organisasi teroris dan ingin kelompok itu ditarik keluar dari daerah tersebut.
Menyatakan Turki sebagai sekutu NATO, Mattis mengatakan bawah AS berdiri dengan Ankara dan lebih memilih komunikasi langsung dengan otoritas Turki daripada melalui media karena itu adalah "masalah yang sangat sensitif bagi orang Turki", mengacu pada teroris PKK.
Ada sekitar 3.000 teroris PKK di Sinjar, di mana mereka dilatih oleh sejumlah ahli militer, menurut Yalman Haceroglu, Direktur Umum Turkmeneli TV, yang telah mewawancarai seorang anggota PKK di daerah itu.
Pada Minggu, pasukan Irak telah dikerahkan ke Sinjar setelah anggota kelompok teroris PKK mundur dari distrik itu sehari sebelumnya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya juga menekankan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan Sinjar menjadi benteng bagi PKK, yang telah aktif di sana sejak tahun 2014 dengan dalih memerangi kelompok teroris Daesh.
PKK telah berperang melawan Turki selama 33 tahun dan menyebabkan puluhan ribu orang tewas.
Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan operasi militer Turki terhadap teroris YPG/PKK di Manbij, Mattis mengatakan bahwa sejauh ini mereka tidak melihat pergerakan dari pasukan Turki terkait Manbij. Dia menambahkan bahwa dialog dengan Ankara perihal itu masih terus berlanjut.
Pasukan Turki pada 20 Januari meluncurkan operasi militer untuk membasmi kelompok-kelompok teroris dari Afrin, di tengah meningkatnya ancaman teror dari kawasan tersebut.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi YPG/PKK sejak 2012.
Ankara menyatakan dapat memperluas operasinya ke bagian timur ke Manbij kecuali kelompok teroris PYD/PKK meninggalkan kota strategis tersebut.
Dukungan militer AS terhadap kelompok teroris PYD/PKK di Manbij telah meregangkan hubungan Ankara dan Washington serta menyebabkan kekhawatiran kemungkinan bentrokan antara pasukan dari dua sekutu NATO.
Ada sekitar 2.000 pasukan Amerika di kota tersebut.
* Kasim İleri berkontribusi dalam berita ini